• SELAMAT DATANG DI WEBSITE PPID KABUPATEN BULELENG
Baca Berita

Buleleng Masuk Zona Resiko Sedang Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Ditangguhkan

Oleh : ppidbuleleng | 11 Agustus 2020 | Dibaca : 13 Pengunjung

Menyikapi perubahan SKB 4, dan keluhan para orang tua yang terkait pembelajaran dalam jaringan (berani) untuk kembali ke pembelajaran tatap muka di setiap satuan pedidikan di Kabupaten Buleleng, untuk itu Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga bersama Dinas Kesehatan melakukan rapat koordinasi dengan Tim GTPP Covid- 19 Kabupaten Buleleng tadi pagi. Adapun hasil rapat tersebut nyata oleh Plt. Kadis Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Made Astika, S.Pd, MM saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/8).

Lebih jauh oleh Plt. Kadisdik Astika bahwa perubahan kajian Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yakni, Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan dan Menteri Kesehatan serta Badan Nasional Penanggulangan (BNPB) dalam pembelajaran tatap muka bagi satuan pendidikan ditatanan kehidupan di era baru, dimana zona hijau menjadi acuan. Namun hal itu kembali dikuatkan atau ditingkatkan gradnya menjadi zona kuning. ” Pembelajaran tatap muka juga tergantung zona sektoral masing-masing daerah kabupaten / kota, ”ungkapnya.

Lebih lanjut Plt. Kadisdik Astika mengungkapkan hasil rapat tadi dengan Sekretaris GTPP Buleleng dan Dinas Kesehatan, bahwa perkembangan penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng cenderung mengalami peningkatan. Beberapa bulan lalu Buleleng dalam kawasan zona hijau sekarang zona oranye ”. Tadi pak Sekda mengatakan Buleleng saat ini dalam status oranye atau beresiko sedang, atas dasar itu beliau belum memberikan ijin melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah, ”jelasnya.

Menindak lanjuti hal tersebut Plt. Kadisdik Astika meminta kepada satuan pendidikan atau sekolah-sekolah agar lebih mempersiapkan diri untuk memenuhi daftar periksa protokol kesehatan Covid-19. Disamping itu penggunaan dana BOS lebih diarahkan untuk membantu proses pembelajaran berani. ” Para kepala sekolah harus mereview kembali RKAS, apa-apa yang dibelikan untuk mendukung proses yang berani, karena layanan pendidikan wajib diberikan kepada anak-anak tanpa terkecuali, ”tegasnya.

Diakhir wawancara Plt. Kadis Astika meminta maaf kepada seluruh masyarakat untuk memaklumi kondisi yang terjadi saat ini, karena keselamatan dan kesehatan anak-anak, keselamatan masyarakat jauh lebih penting dimasa pandemi Covid-19. ” Mudah-mudahan para orang tua dapat memahami hal ini sehingga menciptakan kita bebas dari Covid-19, ”harapnya. (Wdi)


Oleh : ppidbuleleng | 11 Agustus 2020 | Dibaca : 13 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :