• SELAMAT DATANG DI WEBSITE PPID KABUPATEN BULELENG
Baca Berita

Jalani Tatanan Kehidupan Era Baru, Desa Adat Buleleng Sudah disetujui Pararem

Oleh : ppidbuleleng | 16 Juli 2020 | Dibaca : 10 Pengunjung

Seiring dengan kebijakan Tatanan Kehidupan Era Baru oleh Pemerintah Provinsi Bali. Seluruh desa adat di Bali ditujukan untuk menerapkan pararem terkait protokol Covid-19 di Kabupaten Buleleng. Hal tersebut sudah dilakukan dengan baik oleh Desa Adat Buleleng. Demikian diungkapkan oleh Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna saat ditemui di ruang sidang pada Rabu (15/7)

Lebih jauh, Sutrisna mengatakan pararem itu disusun dan diterapkan oleh pihaknya setelah sebelumnya rancangan pararem yang dibuat melalui paruman dengan para kelian banjar adat, tridatu, prajuru, sekeha teruna dan Jero Serati. Setelah itu, pihaknya melakukan survei di pasar tradisional dan modern di Desa Adat Buleleng. Dari survei itu rancangan pararem dikembangkan lagi hingga disetujui oleh seluruh desa Adat Buleleng, kemudian dikirim ke Dinas Pemukiman Masyarakat Adat Provinsi Bali selaku lembaga yang menaungi Desa Adat di Bali. Hingga tertanggal 3 Juli 2020 pararem ini telah sah diberlakukan.

Sebagaimana dalam pararem tersebut, kegiatan modern di pasar tradisional atau modern, tempat wisata, dan perkantoran. Di mana pada masing-masing pada intinya, Mengenai penggunaan masker, jarak sosial dan fisik, serta perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Sementara untuk jam operasional pasar modern dan pasar tradisional telah mengatur juga, namun sudah ada kebijakan dari Pemkab Buleleng maka dari pihak Desa Adat Buleleng menyesuaikan

Setelah diberlakukan, pihaknya langsung mentransfer informasi terkait pemberlakuan pararem melalui edukasi dan sosialisasi ke seluruh krama Desa Adat Buleleng yang didistribusikan pada 14 banjar adat. Edukasi dilakukan bersama dengan pihak banjar adat langung kepada dadya dan kramanya.

Selain itu, Ia juga mengerahkan Satuan Tugas (Satgas). Gotong Royong untuk menginstalnya. Sementara sanksinya kata Sutrisna mengandung beras yang besarannya dihitung berdasarkan tingkat yang dihitungnya.

"Sanksi yang pertama paling ringan yaitu membayar 1 Kg beras senilai dengan 10 ribu, menyetujui pembayaran paling mahal 25 Kg beras" jelas pensiunan Kepala Dinas Pariwisata itu.

Dalam penerapannya, Desa Adat Buleleng juga akan selalu melakukan pemantauan dan evaluasi agar pelaksanaan pararem dapat dilakukan dengan baik. (cnd)


Oleh : ppidbuleleng | 16 Juli 2020 | Dibaca : 10 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :