• SELAMAT DATANG DI WEBSITE PPID KABUPATEN BULELENG
Baca Berita

RAPAT RUTIN STATISTIK SE-BALI DI KABUPATEN KARANGASEM

Oleh : ppidbuleleng | 27 Juli 2018 | Dibaca : 223 Pengunjung

Kabupaten Karangasem menjadi tuan rumah rapat rutin bulanan Statistik Se-Bali yang dilaksanakan pagi ini di aula Dinas Kominfo Kabupaten Karangasem. Rapat dibuka langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Karangasem (Ir. Pande Komang Ardita, M.M), dalam penjelasannya mengatakan bahwa dengan pertemuan ini diharapkan akan terjadi persamaan persepsi mengenai pengelolaan Statistik Sektoral. Diakui,bahwa pihaknya masih belum melakukan kegiatan Statistik Sektoral, karena masih menjabarkan kegiatan yang dilakukan oleh Bappeda Karangasem. Oleh karenanya, pihaknya mengharapkan masukan peserta rapat untuk penyamaan persepsi.
Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Propinsi Bali (Dewa Rai Ketut Rustina), sebagai leading sektor dalam pertemuan ini mengatakan, program yang paling update untuk diketahui dan dilaksanakan saat ini adalah setiap pengelola Statistik Sektoral secara nasional harus melakukan kerjasama dengan pihak Badan Pusat Statistik-BPS terlebih dahulu, untuk pengelolaan data statistik sektoral. Ia mengakui, untuk di Bali yang sudah melakukan kerjasama baru hanya Dinas Statistik Kabupaten Buleleng. Lebih jauh diungkapkan, pihaknya mengharapkan agar regulasi secara nasional mengenai NSPK - Norma, Standar, Prosedur dan Kreteria yang menjadi Nomenkelatur penyelenggaraan Statistik Sektoral segera diterbitkan, sehingga menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan pengelolaan Data Statistik. Ketika ditanyakan tentang regulasi ini belum ada secara pasti, ungkap Rustina.Apalagi menurut Rustina menyangkut pengelolaan "Forum Data". Menurutnya, sampai saat ini masih terus menjadi pembahasan, padahal Forum Data ini sangat penting, sehingga akan diperoleh One Data baik kabupaten, propinsi maupun pusat.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Karangasem (Agung Rai), menjelaskan untuk pengelolaan data oleh OPD harus berhati- hati dan jangan mengolah data kalau belum tahu caranya, sehingga tidak ada persepsi lain antara BPS dengan pihak OPD. Ungkapnya sambil menambahkan sering terjadinya perbedaan data di daerah. Dia mencontohkan untuk data kemiskinan, pihak BPS sering mendapatkan kritikan karena perbedaan data. Jangan OPD melakukan persepsi terhadap data kemiskianan ini, karena yang menghitung itu menurut Agung Rai adalah pihak BPS, supaya tidak terjadi benturan, tambahnya. Oleh karena itu, Gung Rai mengharapkan agar dalam proses pengumpulan data tetap menggunakan SOP yang ada. Untuk konsep one data yang paling penting diperhatikan adalah harus ada konsep yang jelas, meta data dan portal data harus jelas. Pertemuan diisi dengan diskusi masing-masing kabupaten untuk saling memberikan masukan.
Sementara Kepala Bappeda Karangasem diwakili Gede Diaksa menyatakan sangat apresiasi dengan akan dibentuknya Forum Data, sehingga mudah melakukan komunikasi dan koordinasi. Ia menyatakan data sangat penting, karena setiap kali pengambilan keputusan harus menggunakan data. Saya sangat apresiatif terhadap pembentukan forum data menuju one data secara nasional, tambahnya. Ia berharap bahwa Pengelola Statistik suatu saat akan menjadi idola yang selalu dibutuhkan.
Kepala Dinas Statistik Kabupaten Buleleng (Ir. Ketut Nerda), menyampaikan sebagai dinas baru selama setahun sudah bisa menjabarkan program kegiatan Statistik sesuai SOP, walau diakui apa yang sudah dikerjakan akan terus disempurnakan, seperti akan melakukan pengadaan aplikasi untuk akses data secara on line. Nerda mengakui sudah melakukan MOU dengan pihak BPS untuk pengelolaan dan penyusunan Data Sektoral. (Roy Astika_Distik_2018).


Oleh : ppidbuleleng | 27 Juli 2018 | Dibaca : 223 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :