• SELAMAT DATANG DI WEBSITE PPID KABUPATEN BULELENG
Baca Berita

PELAKSANAAN PAWAI OGOH-OGOH DI BULELENG DIBATASI

Oleh : ppidbuleleng | 18 Maret 2020 | Dibaca : 44 Pengunjung

Simpang siur pelaksanaan pawai ogoh-ogoh di Kabupaten Buleleng ditengah himbauan untuk pelaksanaan kegiatan yang berkerabat penuh yang diintruksikan langsung oleh Peresiden dan Gubernur Bali, kini telah tersedia dengan baik. Pawai ogoh-ogoh untuk menyambut hari raya Nyepi di Kabupaten Buleleng akan tetap digelar. Namun, ada batas saat pengarakan ogoh-ogoh yaitu ogoh-ogoh hanya diarak di Desa Adat atau Banjar Adat masing-masing, dan jumlah warga yang mengarak ogoh-ogoh juga yang terkait.

Keputusan ini, muncul setelah Pemkab Buleleng melakukan rapat bersama Ketua Majelis Desa Adat (MDA) bersama, Ketua MDA Kabupaten Buleleng Dewa Putu Budarsa, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Buleleng I Gde Made Metera, dan Ketua MDA Kecamatan se-Kabuapten Buleleng, Senin (16/3). Rapat yang dipimpin oleh Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd, ini diselenggarakan di Ruang Rapat Sekda Buleleng.

Sekda Buleleng Drs. Gede Suyasa, M.Pd mengatakan, kebijakan ini merupakan keputusan bersama. Suyasa menuturkan, Pemkab Buleleng bersama MDA berusaha mencarai jalan terbaik dari yang ada saat ini. Suyasa mengatakan, Pemkab Buleleng ingin meningkatkan dukungan penyebaran virus ini melalui bantuan kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak. Namun, ia tidak ingin menghilangkan ritual perayaan hari raya nyepi.

“Dari hasil rapat ini sudah tercipta visi yang sama mengurangi kerumunan masyarakat yang ada di setiap kegiatan. Tidak ada rencana pemerintah untuk menyetujui ritual keagamaan, tetapi mencari jalan keluar terbaik agar ritualnya jalan dan mengembalikan coronanya juga jalan, ”katanya.

Senada dengan Sekda Buleleng, Ketua MDA Kabupaten Buleleng Dewa Putu Budarsa mengatakan setuju untuk menyetujui peserta diseti prosesi dalam perayaan hari raya nyepi. Menurutnya, ini merupakan langkah yang tepat untuk membatasi penyebaran virus Covid-19 atau corona. Dirinya akan segera melakukan koordinasi dengan para pembuat kordinator ogoh-ogoh dan Klian Adat untuk mendukung peserta dalam prosesi melasti.

“Kami akan segera panggil kordinatornya untuk menjelaskan sekarang, dan akan mengintruksikan untuk tidak terlalu mengerahkan masyarakat dalam pengarakan ogoh-ogoh. Bukan hanya itu, kami akan mengundang juga klian adat masing-masing untuk meminta peserta melasti, ”ungkapnya.  (joz)   


Oleh : ppidbuleleng | 18 Maret 2020 | Dibaca : 44 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :